Selasa, 31 Desember 2013
Kelenteng Dengan lukisan Ala Komik Di Jawa Timur
Kelenteng sebagai tempat peribadatan umat tri Dharma memiliki keindahan dalam bentuk bangunan dan berbagai ornamen di dalamnya. Salah satunya adalah ornamen yang berupa lukisan-lukisan yang bentuknya seperti lukisan ala komik.

Lukisan-lukisan itu disapukan dalam lembaran kertas yang berwarna putih dan menggunakan tinta yang berwarna hitam. Lukisan itu menuturkan tentang beragam cerita dalam legenda Tiongkok kuno. Diantara kelenteng-kelenteng yang terdapat lukisan indah itu adalah Kelenteng Hok Swie Bio, Kelenteng Tjoe Tik Kiong dan Kelenteng Sumber Naga.
1. Kelenteng Hok Swie Bio di Kota Bojonegoro

Kelenteng yang berlokasi di jalan Jaksa Agung Suprapto ini berada di area yang tidak terlalu luas dengan bangunan kelentengnya yang cukup kecil.

Berbagai perlengkapan dan ornamen untuk beribadah umat Tri Dharma terdapat di kelenteng ini.

Ada yang unik di kelenteng ini dan menjadikannya tampak beda dengan kelenteng-kelenteng lainnya. Karena di kelenteng Hok Swie Bio ini terdapat banyak lukisan dengan menggunakan media kertas dan tinta hitam.

Lukisan dalam berbagai ukuran kertas tentang berbagai kisah dan legenda ala Tiongkok itu terbuat dari tangan.

2. Kelenteng Tjoe Tik Kiong Di Pasuruan
Lukisan ala komik dengan kisah legenda Tiongkok kuno juga terdapat di Kelenteng yang bernama Tjoe Tik Kiong di Jalan Lombok no 7 - Kota Pasuruan.


Di belakang gerbang terdapat panggung mini untuk pementasan wayang Potehi yang biasa dipentaskan mengikuti agenda umat kelenteng ini yang memiliki hajatan tertentu dan lakon wayang dengan kisah tertentu pula. Setahun sekali, panggung wayang Potehi itu mementaskan lakon tentang Kwan Sing Tee Koen ( Dewa Kwan Kong ) yang menjadi salah satu dewa utama di kelenteng ini.

Sekitar 12 meter dari panggung mini terdapat gerbang dengan ornament patung singa yang seolah menjadi penjaganya. Pada bagian atas gerbang ini terdapat ornament sepasang patung naga.
Setelah melintasi gerbang itu, barulah saya beberapa ruangan yang ada di kelenteng ini yaitu ruangan kelenteng utama , ruangan altar Kwan Sing Tee Koen dan ruangan untuk kantor.


Pada halaman depan tampak sepasang patung Singa Kilin dengan terpasang berbagai hiasan yang menggantung pada tubuhnya. Selain itu juga terdapat tungku pembakaran yang berbentuk pagoda.


Di bagian depan ruangan utama terdapat beberbagai perlengkapan ibadah dengan berbagai ornament khas kelenteng seperti hiolo, lilin, lampion, hio dan yuswa, relief harimau, relief naga dan sebagainya.
Yang menarik, juga terdapat pajangan replika senjata-senjata milik para dewa.



Selain lukisan dalam bentuk lembaran kertas, di kelenteng ini juga ada lukisan yang ditorehkan pada dinding ruangan kelenteng. Lukisan itu juga tampil berwarna dengan gaya lukisan klasiknya.

=======================================================================
Break Session :
Baca juga artikel-artikel menarik lainnya di Blog ini dengan Langsung KLIK Link di bawah ini atau kata-kata berwarna Biru lainnya :
Menambang Uang Melalui Facebook dan Blog
Break Session :
Baca juga artikel-artikel menarik lainnya di Blog ini dengan Langsung KLIK Link di bawah ini atau kata-kata berwarna Biru lainnya :
Menambang Uang Melalui Facebook dan Blog
Cara Mudah Membuat Toko Online
Tips Jitu Untuk Meningkatkan Traffic Situs atau Blog OLeh-oleh Khas Tuban
Bebatuan yang Indah Dan Bercahaya Di Lamongan
Monumen Pesawat Yang Legendaris Di Jawa Timur
Sensasi Memetik Teh Di Kebun Teh Kertowono
Kisah Batu Kodok Di Lamongan
Nasi Boran Yang Khas Dan Nikmat Di Lamongan
Budaya Minum Tuak Di Bumi Ronggolawe
Merajut Kenangan Indah Di Malioboro Yogyakarta
Busana Kerancang Betawi Yang Indah Dan Menawan
Eksotisme Wisata Air Terjun Sri Gethuk
Swastika Ala Nazi Di Kelenteng Kwan Sing Bio
Nuansa Seram Dalam Ritual Sumpah Pocong
Mengenang Gus Dur Di Kelenteng Boen Bio
Menikmati Surabaya Dengan Surabaya Heritage Track
Legenda Kwan Kong Di Kelenteng Kwan Sing Bio
Suharto, Hercules Bergigi Baja Dari Tuban
Masjid Aschabul Kahfie Di Dalam Gua Yang Unik
Nostalgia Masa Kecil Di Museum Anak Kolong Tangga
Ovi, Gadis Hulk Yang Perkasa Dari Tuban
Menguji Nyali Di Tebing Watu Ondo
Mengenang Fenomena Aneh Gadis Kristal Di Tuban
Camilan Ampo Yang Terbuat Dari Tanah
Ongkek Yang Langka Di Museum Kambang Putih Tuban
Dinding Jebol Jejak Pelarian Pangeran Diponegoro
Foto Rongten Korban Santet Di Surabaya
Mobil Rolls Royce Kuno Milik Dinasti Sampoerna
Bebatuan yang Indah Dan Bercahaya Di Lamongan
Monumen Pesawat Yang Legendaris Di Jawa Timur
Sensasi Memetik Teh Di Kebun Teh Kertowono
Kisah Batu Kodok Di Lamongan
Nasi Boran Yang Khas Dan Nikmat Di Lamongan
Patung Gajah Mungkur Yang Unik Di Gresik
Pelabuhan Kuno Yang Legendaris Di Tuban
Merenda Kenangan Di Pantai Pasir Putih SitubondoKisah Batu Gajah Yang Unik Di Tuban
Jejak Nostalgia Wisata Museum Di Surabaya
Menyapa Monyet Liar Di Pemandian Bektiharjo
Indahnya Kesenian Kuda Di Jawa Timur
Budaya Minum Tuak Di Bumi Ronggolawe
Merajut Kenangan Indah Di Malioboro Yogyakarta
Busana Kerancang Betawi Yang Indah Dan Menawan
Eksotisme Wisata Air Terjun Sri Gethuk
Uniknya Memancing Di Ranu Grati Pasuruan
Sejuta Kisah Menarik Di Kelenteng Kwan Sing Bio
Jejak Perjuangan Bangsa Di Museum Benteng Vredeburg
Koleksi Wayang Kulit Di Museum Santet
Swastika Ala Nazi Di Kelenteng Kwan Sing Bio
Nuansa Seram Dalam Ritual Sumpah Pocong
Mengenang Gus Dur Di Kelenteng Boen Bio
Menikmati Surabaya Dengan Surabaya Heritage Track
Legenda Kwan Kong Di Kelenteng Kwan Sing Bio
Suharto, Hercules Bergigi Baja Dari Tuban
Masjid Aschabul Kahfie Di Dalam Gua Yang Unik
Eksotisme Tradisi dan Budaya Dalam Pengantin Betawi
Megahnya Istana Kaisar Di Kelenteng Kwan Sing BioNostalgia Masa Kecil Di Museum Anak Kolong Tangga
Ovi, Gadis Hulk Yang Perkasa Dari Tuban
Menguji Nyali Di Tebing Watu Ondo
Mengenang Fenomena Aneh Gadis Kristal Di Tuban
Camilan Ampo Yang Terbuat Dari Tanah
Ongkek Yang Langka Di Museum Kambang Putih Tuban
Dinding Jebol Jejak Pelarian Pangeran Diponegoro
Foto Rongten Korban Santet Di Surabaya
Mobil Rolls Royce Kuno Milik Dinasti Sampoerna
Koleksi Tengkorak Manusia Di Museum Santet
Sumur Gemuling Yang Keramat Di Makam Sunan Bejagung
Misteri Jutaan Ikan Keramat Di Gua Ngerong
Jejak Budaya Kerajaan Majapahit Di Candi Jabung
Aksi Premanisme Di Air Terjun Madakaripura
Ondel-ondel Betawi Yang Unik dan Artistik
Misteri Jutaan Ikan Keramat Di Gua Ngerong
Jejak Budaya Kerajaan Majapahit Di Candi Jabung
Aksi Premanisme Di Air Terjun Madakaripura
Ondel-ondel Betawi Yang Unik dan Artistik
Oleh-oleh Dendeng Tokek Dari Probolinggo
Ancaman Maut Di Anak Gunung Kelud
Jejak Vandalisme Makam Belanda Di Surabaya
Spa Alami Di Wisata Gunung Kelud
Penampakan Hantu Di Petilasan Gembul
Kelenteng Boo Hway Bio Yang Indah Di Mojoagung
Misteri Gedung Singa Di Kota Surabaya
Nuansa Menegangkan Di Terowongan Gunung Kelud
Tauwa, Kuliner Peranakan Tionghoa Di Nusantara
Sayembara Unik Mengangkat Mesin Ketik Kuno
Sejuta Kekaguman Di Wisata Gunung Kelud
Mobil Mercedes Benz Kuno Peninggalan Bung Karno
Relief yang Erotis Di Candi Penataran
Nostalgia Bung Karno Dengan Tokoh-tokoh Dunia
Gereja Batu Yang Unik Di Puhsarang Kediri
Patung Budha Sedang Tidur Di Mojokerto
Nostalgia Bung Karno dengan Tokoh Populer Dunia
Relief yang Erotis Di Candi Penataran
Kelenteng Hok Liong Kiong Yang Indah Di Jombang
Patung Makco Thian Shang Sen Mu Di Kediri
Masjid Cheng Ho Yang Indah Unik Di Surabaya
Sisi Lain Monumen Tugu Pahlawan Surabaya
Ragam Kapal dan Perahu Tradisional di Lamongan
Sosok Dokter Perintis Museum SANTET
Meriahnya Parade Senja Di Grahadi Surabaya
Pura Mandara Giri Semeru Yang Megah Di Lumajang
Kuda Unik Yang Bermahkota dan Bersayap
Jejak Sekolah Presiden Soekarno Di Surabaya
Monumen Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk Di Lamongan
Kisah Ali Baba Di Istana Boneka
Lukisan Ala Komik Di Kelenteng Bojonegoro
Gadis di Tuban Penarik Truck Dengan Menggunakan Rambut dan Gigi
Kerangka Gajah Purba Di Lamongan
Wisata Religi Di Makam Sunan Giri
Nasi Krawu Yang Nikmat dan Khas Gresik
Kue Pudak yang Nikmat dan Khas Gresik
Gedung Setan Yang Terkenal Di Surabaya
Mengenang Marching Band Sampoerna Yang Fenomenal
Indahnya Panorama Senja Di Pantai Kartini
Pasar Tradisional Di Ranuyoso Yang Eksotis
Kelenteng Sumber Naga Di Kota Probolinggo
Nenek Penghuni Hutan Pinus Di Banyuwangi
Bunker Peninggalan Belanda Di Surabaya
Wisata Guci Alit Yang Indah Di Lumajang
Pura Luhur Poten Di Lautan Pasir Gunung Bromo
Gunung Bromo Yang Indah Dan Mengesankan
Lokomotif Kuno Di Museum Probolinggo
Legenda Tank Amfibi Peninggalan Belanda Di Ranu Grati
Indahnya Masjid Agung Tuban di Malam Hari
Kejurnas Off Road 4x4 Real Adventure di Tuban
Kejurnas Off Road 4x4 Real Adventure di Tuban
Pameran Foto Bol Brutu di House Of Sampoerna
Makam Siti Fatimah Binti Maimun Yang Unik
Wanita Mini 75 cm dari Tuban
Nuansa Nostalgia Di Pantai Tasikharjo Tuban
Tradisi Bubur Suruh Di Makam Sunan Bonang
Btah Kenitu Yang Nikmat Dan Segar
Kesenian Jaran Bodag Yang Eksotis dari Probolinggo
Bertemu Bajak Laut Di Lamongan
Indahnya Pasar Bunga Kayun Di Surabaya
Wisat` Laut Tuban Yang Mengecewakan
Makam Panjang 9 Meter di Gresik
Arca-arca Kuno Di Pemandian Banyu Biru
Relief Erotis Di Situs Gua Pasir
Nuansa Horor Di Museum Kesehatan
Sumber Air Tawar Di Pantai Boom Tuban
Ikon Ala Nazi di Kelenteng Kwan Sing Bio
Situs Bangunan Kuno Di Kayangan Api
Rumah Gajah Mungkur Yang Indah Dan Unik
Tips Mencari Dan Mendapatkan Pemasang Iklan Di Blog
Tips Mencari dan Mendapatkan Pemasang Iklan Di Blog #2
Tips Mencari dan Mendapatkan Pemasang Iklan Di Blog #3
Mengenal Karakter Pemasang Iklan Di Blog
Tips Jitu Untuk Meningkatkan Traffic Situs atau Blog
Tips Jitu Untuk Meningkatkan Traffic Situs atau Blog
================================================================
3. Kelenteng Sumber Naga Di Probolinggo


Yang menarik, kelenteng ini terdapat gerbang dengan bentuk Stupa yang menggambarkan bahwa kelenteng Sumber Naga ini merupakan tempat ibadah bagi umat Tri Dharma.




Di halaman tengah terdapat sebuah panggung mini untuk pentas kesenian wayang potehi.
Kelenteng Sumber Naga terdiri dari beberapa ruangan. Ruangan yang berada di sebelah kiri merupakan ruangan Tri Darma. Di dalam ruangan terdapat tiga altar untuk Nabi Lao Tze, Budha Sakyawuni dan Nabi Kong Hu Cu.
Sedangkan di sebelah kanan terdapat ruangan altar untuk persembahan Kong Co Kwan Sing Tee Koen atau Dewa Kwan Kong. Di dekat ruangan ini terdapat ruangan untuk kantor dan tata usaha.






Sedangkan di halaman luar di depan gerbang kelenteng terdapat pepohonan yang cukup besar dan rindang. Pepohonan itu mungkin sudah berusia puluhan atau ratusan tahun melihat dari sosok dan bentuk batang dan akarnya.

Bedanya Cewek Dan Cowok Ketika Melakukan Kesalahan
Ketika Cowok Melakukan Kesalahan

Ketika Cewek Melakukan Kesalahan
tetep aja cowok yang mesti selalu minta maap duluan... mengalah buat orang yang kita sayangi adalah suatu bukti seberapa besar perhatian kita...
Ketika Cewek Melakukan Kesalahan
sumber
Senin, 30 Desember 2013
Budaya misogini di India

INSIDEN rogol kejam pelajar perubatan di New Delhi, Disember lalu menyebabkan India dicop sebagai negara paling berbahaya untuk golongan itu tanpa mengira peringkat umur dan didakwa turut mengamalkan budaya misogini (tidak suka kepada perempuan).
Tindakan kerajaan memperkenalkan undang-undang dan hukuman tegas dikenakan ke atas individu melakukan jenayah seksual tidak membawa perubahan, sebaliknya episod keganasan ke atas wanita dilaporkan terus meningkat.
Ia tidak hanya melibatkan rakyat tempatan, malah pelancong asing turut menjadi mangsa nafsu serakah segelintir lelaki di negara itu yang tidak mengenal erti belas ihsan.
Peningkatan kes tersebut menyebabkan banyak pihak termasuk negara antarabangsa khuatir dengan keselamatan dan nasib golongan wanita di India.
Menurut Dewan Perniagaan dan Industri India, jumlah pelancong berkunjung ke negara itu selepas tiga bulan insiden rogol beramai-ramai pada Disember lalu dilaporkan berkurangan kepada 35 peratus berbanding tahun lalu.
Aktivis hak asasi manusia turut mengkritik kerajaan selepas didakwa gagal melindungi rakyat mereka sendiri.
Mereka mengecam sikap sambil lewa pihak berkuasa dan badan sistem kehakiman serta menuntut kerajaan India memberi layanan lebih baik kepada golongan wanita di negara itu.
Data rasmi menunjukkan, kes rogol di negara itu meningkat hampir 875 peratus sejak 40 tahun lalu iaitu 2,487 pada 1971 kepada 24,206 pada 2011.
Statistik berhubung kes rogol dan keganasan seksual di India cenderung menjadi kurang tepat kerana stigma masyarakat, sekali gus menjadi faktor utama menyebabkan ia sukar dibandingkan dengan negara lain.
Secara keseluruhannya, Pertubuhan Kesihatan Sedunia (WHO) menganggarkan, jumlah keganasan seksual atau fizikal adalah 35.6 peratus.
Ketua Pengarah WHO, Dr Margaret Chan menyifatkan, keganasan ke atas wanita di negara terbabit sebagai satu masalah ‘kesihatan’ dan ‘wabak’ dalam masyarakat.
Sementara itu, pemerhati berpendapat, perkara itu berlaku kerana sistem patriarki iaitu sistem tradisi dipegang atau dikuasai lelaki yang telah lama diamalkan di India.
Selain itu, pornografi dan filem Bollywood sering memaparkan aksi ghairah juga dilihat sebagai punca utama keganasan seksual berleluasa.
Menurut aktivis wanita, masalah keganasan dan ketidakadilan ke atas wanita dikatakan bermula sejak dalam kandungan.
Pengguguran bayi berdasarkan jantina diteruskan, walaupun ia melanggar undang-undang negara itu dan bancian 2011 menunjukkan bilangan perempuan adalah rendah berbanding lelaki dengan nisbah 940:1,000.
Kebanyakan ibu bapa lebih suka mendapat anak lelaki kerana mereka tidak mahu membayar dowry (wang hantaran) dan menganggap anak perempuan sebagai bebanan.
Pengasas ApneAap, sebuah organisasi pembela hak wanita, Ruchira Gupta berkata, anak perempuan dalam sesebuah keluarga di India sering mendapat layanan berbeza berbanding adik-beradik lelakinya yang lain.
“Mereka terpaksa berhenti sekolah untuk membantu keluarga di rumah atau dipaksa berkahwin. Masyarakat seperti lebih menghargai lelaki berbanding wanita,” menurutnya.
Peguam Mahkamah Tinggi, Kirti Singh memaklumkan, kebanyakan kes rogol berprofil tinggi melibatkan golongan muda dan penganggur.
Susulan itu, kerajaan berikrar untuk menangani masalah itu termasuk melanjutkan tempoh hukuman.
Kementerian Pelancongan turut melancarkan kempen ‘Saya Hormat Wanita’ di seluruh negara selepas insiden rogol melibatkan pelancong warga Switzerland dan AS beberapa bulan lalu.
Pakar berpendapat, pertumbuhan pesat bandar di India mewujudkan jurang masyarakat didominasi lelaki dan ia turut menjadi penyumbang kepada permasalahan tersebut.
Walaupun pelbagai bantahan dan kempen dilakukan, penindasan dan keganasan seksual ke atas wanita serta budaya misogini masih sukar dihentikan.
Siapa harus dipersalahkan?
Minggu, 29 Desember 2013
Rosyam Nor belum menyerah

Rosyam Nor
NAMA Rosyam Nor suatu ketika dulu sememangnya cukup gah dan berada dalam kelas yang tersendiri sebagai hero drama mahupun filem di Malaysia.
Namun seiring dengan kehadiran pelakon baru dalam industri seni, nama Rosyam yang kini sudah bergelar Datuk, mula tenggelam dengan populariti pelakon seperti Aaron Aziz, Adi Putra, Shaheizy Sam dan ramai lagi.
Akui pemilik Suhan Movies & Trading Sdn Bhd ini, dia pernah melalui satu fasa yang perit apabila ada pihak seolah-olah menidakkan kehadirannya dalam industri seni sehingga dia terpaksa ‘berehat’ dari industri seni selama dua tahun.
“Secara peribadi sebagai seorang pelakon, saya tidak mahu berhenti di tengah jalan dan saya mahu bawa nama Rosyam Nor ditahap yang tinggi.
“Tetapi sejak dua tahun lalu saya tidak dipandang sehingga saya terpaksa ambil keputusan untuk berehat bagi mencari sebuah karya yang baru untuk saya.
“Kini, saya harus mengucapkan terima kasih kepada Datuk Yusof Haslam dan Syamsul yang memberikan kepercayaan kepada saya untuk membawakan watak Tailong.
“Watak itu ibarat permulaan baru untuk saya dan saya akui selepas menjayakan watak tersebut, barulah saya dipandang semula,” ujarnya kepada Zass.
Sememangnya harus diakui, biarpun sudah berusia 46 tahun, ternyata Rosyam masih berbisa dalam menjayakan watak antagonis dan aksi dalam filem KL Gangster 2.
“Saya akui menemui rentak lakonan semula selepas membintangi KL Gangster 2 dan ternyata bukan usia seseorang pelakon itu yang menjadi ukuran untuk menjayakan sesuatu watak.
“Saya juga mahu membuktikan kesangsian sesetengah pihak yang merasakan pemilihan saya untuk membintangi filem tersebut adalah silap. Apatah lagi walaupun watak itu jahat, ia menjadi satu watak popular dan disukai.
“Sebenarnya apa yang penting adalah kredibiliti seseorang pelakon itu dan saya anggap watak Tailong itu adalah kejayaan peribadi saya. Selain itu secara tidak langsung ia memberi laluan kepada pelakon seangkatan saya untuk kembali menyinar,” katanya.
Menurut Rosyam, selepas membintangi filem tersebut, dia mula menerima banyak tawaran lakonan, namun terpaksa menolak kerana kekangan waktu dan watak yang diberikan.
“Saya bukan mahu mendabik dada kerana banyak menolak tawaran filem kerana sebenarnya apa yang penting adalah siapa karyawan di belakang saya; siapa pengarah, krew, penulis skripnya.
“Ini kerana saya tidak pernah menganggap diri saya hebat kerana yang hebat sebenarnya adalah karyawan ini kerana mereka yang membentuk diri saya.
“Jadi saya tidak boleh gelojoh dan cari sesuatu yang baik dan terima tawaran dengan perbincangan yang terperinci,” katanya.
Di tebak mengenai watak yang barangkali menjadi idamannya, Rosyam berkata, soal watak bukan lagi keutamaan baginya.
“Saya impikan watak yang boleh mencabar kredibiliti saya, yang membuatkan saya takut kerana saya boleh buat yang terbaik atau tidak,” katanya.
Tailong jadi ikutan
Dalam pada itu, Zass turut mendengar desas-desus bahawa watak Tailong kini menjadi ikutan beberapa pelajar sekolah sama seperti watak Sharnaaz sebagai Lan Todak dalam filem Juvana baru-baru.
Di tebak mengenai penularan tersebut, Rosyam berkata, dia berharap pelajar kini lebih bijak dan tidak terikut dengan sisi jahat lakonannya sebaliknya mengikut sisi yang lebih positif.
“Ingin saya jelaskan watak Tailong adalah imaginasi pengarah untuk watak antagonis dan apa yang Tailong buat sememangnya salah dari sudut agama, keselamatan. Malah pada penghujung cerita juga penonton dapat melihat Tailong sudah menerima pembalasan di atas perbuatannya.
“Jadi pada sesiapa yang meminati watak Tailong, saya berharap mereka mengikut cara yang lebih positif iaitu bagaimana saya berusaha dalam memastikan watak Tailong menjadi dan melihat bagaimana kredibiliti saya dalam menjayakan watak Tailong. Sama juga macam belajar, jika anda pelajar tercorot dalam kelas sekalipun jika anda berusaha bersungguh-sungguh tidak mustahil akan berjaya.
“Selain itu bagi mereka yang meminati bidang lakonan, anda mungkin boleh jadikan watak Tailong itu sebagai pembakar semangat dan dorongan untuk berjaya sebagai pelakon,” jelasnya.
Bersyukur dengan anugerah
Sementara itu, berkongsi perasaannya dikurniakan gelaran Datuk yang diterimanya sempena ulang tahun ke-75 Yang Dipertua Negeri Melaka, Tun Mohd Khalil Yaakob, Rosyam menganggap ia sebagai satu penghargaan kepada anak seni sepertinya.
Katanya, ia menganggap penganugerahan itu sebagai satu tanggungjawab besar kepada karier dan juga industri seni amnya.
“Saya amat bersyukur dengan penganugerahan itu dan ternyata ada orang yang menghargai anak seni seperti saya.
“Saya juga berharap anugerah ini akan memberi motivasi terutamanya golongan muda untuk berjaya kerana sebenarnya apa yang dilakukan pasti diambil kira,” katanya.
Bagaimanapun dalam kegembiraan mendapat anugerah tersebut, masih ada yang mempertikaikan gelaran tersebut dan beranggapan golongan selebriti mudah mendapat gelaran Datuk.
Tidak melenting dengan pemikiran dan cakap-cakap belakang sesetengah pihak tersebut, jelas Rosyam bukan semua artis berpeluang mendapat gelaran tersebut.
“Kita ada berapa ribu artis tetapi hanya beberapa kerat sahaja yang dikurniakan gelaran Datuk. Tapi bagi saya ini adalah kenyataan yang orang seni perlu hadapi.
“Tak semua orang suka apa yang kita buat atau kita peroleh. Lagipun gelaran seperti ini bukan kami minta tetapi diberi.
“Malah bila ditolak pun orang mengata, menerima pun orang mengata,” katanya.
Perancangan Rosyam
Berkongsi perancangannya selepas ini, Rosyam berkata, dia kini dalam rangka untuk membesarkan syarikatnya dan membuka RK Skrin yang akan menumpukan dalam penerbitan filem.
Katanya, tahun depan akan dua filem antaranya filem Balistik yang turut dibintangi Rita Rudaini dan Adi Putra, akan menemui penonton pada 9 Januari 2014.
“Bulan Disember ini saya akan ke Bangkok untuk siapkan Isyarat Cinta dan seterusnya akan buat perancangan untuk filem Jefrizal. Selain itu saya juga akan fokus dalam penerbitan drama,” katanya.
Hasil Croping Sempurna Membuat Anda Tertipu
Langsung saja yuk kita lifat foto-fotonya di bawah ini :






sumber
Sabtu, 28 Desember 2013
Upah S ks Hanya RM10
Upah Seks Hanya RM10 - KULIM : Siapa sangka remaja berusia 15 tahun yang masih bersekolah di sini, menyimpan pelbagai sejarah hitam dalam hidupnya.
Ida (bukan nama sebenar) adalah anak ketiga daripada lima beradik.
Menurutnya, ketika berusia tujuh tahun, dia dirogol bapa kandungnya beberapa kali sebelum dijadikan alat pemuas nafsu rakan bapanya itu.
Pada usia sementah itu, dia masih tidak mengenal erti kehidupan dan hanya menurut segala arahan bapanya.
Namun, disebabkan tidak tahan dengan perbuatan bapanya, dia menceritakan permasalahan yang menimpanya itu kepada ibunya yang kemudiannya membuat laporan polis.
“Setahun selepas dia merogol saya, saya diarah bapa melayani nafsu kawan-kawannya pula. Saya akan diberi upah RM10 setiap kali melakukan perbuatan keji itu. Saya diminta melakukan perbuatan itu bersama seorang pak cik. Hampir setahun pak cik melakukan perbuatan terkutuk itu terhadap saya.
“Semua ini saya rahsiakan daripada pengetahuan orang lain kerana saya diugut bapa sekiranya perkara ini diketahui orang lain, saya akan dicederakan.
Saya pernah merayu kepada kawan-kawan bapa supaya tidak melakukan perbuatan itu ke atas saya, tetapi mereka tidak endahkan malah terus memuaskan nafsu mereka kerana sudah membayar duit kepada bapa.
“Perkara ini berlaku sehinggalah saya berusia 11 tahun,” katanya.
Dia tidak menafikan perbuatan keji bapanya itu bukan saja berlaku terhadap dirinya malah nasib sama turut dialami beberapa adik beradiknya. Ada di antara mereka diliwat.
Menurutnya, mereka menjadi trauma terhadap bapa yang sering menjadikan mereka adik beradik tempat memuaskan nafsu.
Walaupun ibunya kini bercerai dengan bapanya, lelaki itu masih mengganggu mereka.
“Saya sedih kerana orang sering ambil kesempatan terhadap diri saya sehingga hari ini. Ada antara mereka mengugut untuk menceritakan apa yang berlaku ke atas saya kepada orang lain dan mengaibkan saya semata-mata mahu melakukan hubungan seks dengan saya.
“Saya tertekan dan kini selalu bermasalah. Tidak ramai yang mahu mempercayai saya, malah menganggap saya bohsia. Semua ini tidak benar.
“Polis menyiasat kes ini dan bapa sekarang di bawah jaminan. Saya berharap mahkamah dapat mempercepatkan pendakwaan terhadap bapa saya kerana dia masih berlegar di sekitar kawasan Kulim. Selagi dia masih ada, tidak ada sebarang pembelaan terhadap kami adik beradik,” katanya. – paapaada.blogspot
Ribuan Penunjuk perasaan memutuskan aliran elektrik ke ibu pejabat polis
28 Nov 2013
Unjuk rasa di Thailand (bangkokpost.com)
Bangkok - Mengabaikan imbauan Perdana Menteri Yingluck Shinawatra, demonstran di Thailand tetap melanjutkan aksinya. Para demonstran ini bahkan memutuskan aliran elektrik ke ibu pejabat polis Nasional Thailand.
"Sekarang kami menggunakan generator," ucap pegawai senior polis setempat, Letnan Jenderal Polis Prawut Thavornsiri kepada AFP, Khamis (28/11/2013).
Thavornsiri menuturkan, ada sekitar 1,000 orang demonstran yang berkumpul di luar pejabat besar Polis Thailand di Bangkok. Meski sebahagian besar demonstran anti pemerintah memilih istirehat pada hari ini, namun masih ada demonstran lain yang memang berniat menduduki markas polis setempat.
Aksi ini terjadi setelah PM Yingluck menyampaikan tanggapannya atas hasil undi mosi tidak percaya di parlimen, yang meloloskan Yingluck untuk tetap menjawat PM. Dalam tanggapannya, Yingluck juga menyerukan kepada para demonstran untuk menghentikan aksinya dan duduk bersama mencari solusi.
Para demonstran sengaja merosak dan memotong kabel bekalan elektrik bagi balai polis . Aksi ini juga berdampak pada rumah sakit yang tepat berada di sebelah balai polis.
Namun untungnya pemutusan aliran elektrik tersebut hanya mengenai bangunan bahagian forensik dan tidak berdampak pada fasiliti utama rumah sakit.
Belum dikenal pasti bagaimana reaksi polis terhadap aksi provokatif ini. Namun sejauh ini, anggota keselamatan maupun otoriti Thailand memilih untuk menghindari konfrontasi langsung dengan para demonstran.
Terlebih PM Yingluck menyatakan, dia ingin menghindarkan kekerasan. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari terulangnya pertumpahan darah tahun 2010 yang semakin memperdalam konflik politik setempat.
Para demonstran menuntut penggulingan Yingluck dari kerusi perdana menteri Thailand. Penyebabnya, Yingluck dianggap sebagai boneka abangnya, Thaksin Shinawatra yang digulingkan tentera dari kerusi PM Thailand pada tahun 2006 lalu. Para demonstran menyerukan mereka tidak akan berhenti sebelum pemerintah memenuhi tuntutan mereka.
Terhadap kondisi ini, ada satu pilihan yang boleh dilakukan Yingluck sebagai PM, yakni membubarkan parlimen dan mengumumkan pelaksanaan pilihanraya dalam waktu terdekat. Keputusan ini tidak terlalu berisiko mengingat parti-parti politik pro-Thaksin selalu memenangi pilihanraya selama satu dekade terakhir.
"Sekarang kami menggunakan generator," ucap pegawai senior polis setempat, Letnan Jenderal Polis Prawut Thavornsiri kepada AFP, Khamis (28/11/2013).
Thavornsiri menuturkan, ada sekitar 1,000 orang demonstran yang berkumpul di luar pejabat besar Polis Thailand di Bangkok. Meski sebahagian besar demonstran anti pemerintah memilih istirehat pada hari ini, namun masih ada demonstran lain yang memang berniat menduduki markas polis setempat.
Aksi ini terjadi setelah PM Yingluck menyampaikan tanggapannya atas hasil undi mosi tidak percaya di parlimen, yang meloloskan Yingluck untuk tetap menjawat PM. Dalam tanggapannya, Yingluck juga menyerukan kepada para demonstran untuk menghentikan aksinya dan duduk bersama mencari solusi.
Para demonstran sengaja merosak dan memotong kabel bekalan elektrik bagi balai polis . Aksi ini juga berdampak pada rumah sakit yang tepat berada di sebelah balai polis.
Namun untungnya pemutusan aliran elektrik tersebut hanya mengenai bangunan bahagian forensik dan tidak berdampak pada fasiliti utama rumah sakit.
Belum dikenal pasti bagaimana reaksi polis terhadap aksi provokatif ini. Namun sejauh ini, anggota keselamatan maupun otoriti Thailand memilih untuk menghindari konfrontasi langsung dengan para demonstran.
Terlebih PM Yingluck menyatakan, dia ingin menghindarkan kekerasan. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari terulangnya pertumpahan darah tahun 2010 yang semakin memperdalam konflik politik setempat.
Para demonstran menuntut penggulingan Yingluck dari kerusi perdana menteri Thailand. Penyebabnya, Yingluck dianggap sebagai boneka abangnya, Thaksin Shinawatra yang digulingkan tentera dari kerusi PM Thailand pada tahun 2006 lalu. Para demonstran menyerukan mereka tidak akan berhenti sebelum pemerintah memenuhi tuntutan mereka.
Terhadap kondisi ini, ada satu pilihan yang boleh dilakukan Yingluck sebagai PM, yakni membubarkan parlimen dan mengumumkan pelaksanaan pilihanraya dalam waktu terdekat. Keputusan ini tidak terlalu berisiko mengingat parti-parti politik pro-Thaksin selalu memenangi pilihanraya selama satu dekade terakhir.
sumber:detikNews
Langganan:
Postingan (Atom)